Kandangan,Kradionews.com-DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten HSS Tahun 2026-2046. Dalam pembahasan tersebut, DPRD meminta sejumlah aspek strategis menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk penanganan banjir.
Juru Bicara Komisi III DPRD HSS, Muhammad Rizali, mengatakan pembahasan Raperda RTRW masih berada pada tahap penyesuaian dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami telah memberikan masukan agar eksekutif memperhatikan aspek krusial seperti infrastruktur jalan, sungai, penataan kota, konektivitas kota dan desa, hingga sektor pariwisata,” ujar Rizali usai rapat bersama pihak eksekutif di Kandangan, Rabu (8/4).
Menurutnya, penyempurnaan dokumen RTRW akan melibatkan kajian yang lebih mendalam bersama tim pakar. Salah satu prioritas yang menjadi perhatian adalah penyusunan strategi penanganan banjir yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Selain itu, Komisi III DPRD HSS juga berencana melakukan studi tiru ke daerah lain guna mempelajari aspek teknis dalam penyusunan regulasi tata ruang yang dinilai berhasil diterapkan.
Rizali menjelaskan, pembahasan Raperda RTRW ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. Waktu tersebut dibutuhkan agar seluruh substansi dapat dikaji secara komprehensif mengingat aturan tersebut akan menjadi pedoman pembangunan daerah dalam jangka panjang.
“Pertimbangan kita, RTRW ini berlaku untuk jangka panjang. Pembahasannya memerlukan ketelitian dan waktu yang cukup agar hasilnya maksimal bagi pembangunan daerah,” katanya.
Rapat pembahasan dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD HSS Yusperi didampingi Ketua Komisi III Yuniati. Dari pihak eksekutif hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSS Zulkifli bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyampaikan masukan terhadap rancangan regulasi tersebut.
