Kradionews.com,Kandangan – Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H. Suriani menunjukkan kepeduliannya terhadap kemajuan wilayah Daha dengan memimpin langsung rapat pembahasan rencana pembangunan jembatan penghubung antara Desa Tambangan dan Desa Habirau Tengah, Senin (14/4/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Daha Selatan ini menjadi ajang musyawarah bersama untuk membicarakan rencana pembangunan sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat, para pemilik lahan, dan unsur Forkopimcam setempat.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Ketua MUI Kabupaten HSS, Wakil Ketua DPRD HSS Husnan, tokoh masyarakat, alim ulama, Camat Daha Selatan, perwakilan Koramil, serta Kapolsek Daha Selatan.
Yang menarik, rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) asal Daha,, seperti Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika HSS Rahmawati, Kalak BPBD HSS Khusairi, Kepala Dinas Pendidikan HSS Akhmad Supian, Direktur RSUD H. Hasan Basry Kandangan, Kabag Hukum Setda HSS, dan Kabid Perdagangan Disperindag HSS. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi pembangunan di kampung halaman.
Dalam sambutannya, Wabup H. Suriani menegaskan bahwa pelibatan para pejabat asal Daha ini merupakan langkah untuk memastikan aspirasi masyarakat setempat benar-benar diakomodir dalam proses pembangunan, terlebih untuk proyek infrastruktur penting seperti jembatan penghubung antar desa.
“Saya ingin program strategis seperti ini tidak lagi berjalan tanpa melibatkan urang Daha. Kita punya banyak SDM yang bisa diajak bersama membangun kampung halaman,” ucap H. Suriani.
Lebih jauh, Wabup menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu tersedianya anggaran, kemauan pimpinan atau political will, serta partisipasi masyarakat.
“Membangun itu tidak cukup hanya soal anggaran. Kalau masyarakat tidak mendukung , pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Semua unsur harus kompak,” tegasnya.
Mengenai persoalan ganti rugi lahan yang kerap menjadi kendala, H. Suriani memastikan bahwa ketentuan hukum sudah mengatur mekanisme tersebut. Ia berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pembangunan jembatan ini, yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga.
“Jembatan ini akan mempermudah akses, memperlancar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Karena itu, saya berharap partisipasi dan dukungan masyarakat untuk mewujudkannya,” tambahnya.
Rapat berjalan dalam suasana terbuka dan penuh semangat. Berbagai masukan disampaikan langsung oleh masyarakat dan pemilik lahan, sementara pemerintah daerah berjanji akan terus menjalin komunikasi agar rencana pembangunan ini berjalan lancar dan sesuai harapan.
AMT
